Warna kesukaan Nabi

Selama ini mungkin kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah atau Islam identik dengan warna hijau. Sebenarnya apa warna-warna favorit Rasulullah Muhammad saw?

Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.” Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata : ” Yang amat disukai oleh Nabi saw ialah warna putih.”

Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: “Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.”

Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata: “Aku pernah melihat Nabi saw memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya…”

Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : “Pernah Rasulullah saw berpakaian yang bercorak merah pada dua hari raya dan pada hari Jumat.”

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : “Pernah Nabi saw keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna abu-abu.”

Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Anas r.a, beliau pernah melihat : “Nabi saw menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercorak-corak warnanya.” ada juga yang lainnya walaupun hampir sama…. hehehehe

Tau gak warna kesukaan Baginda??? Antaranya ialah warna PUTIH dan HIJAU. Ada juga keterangan bhw Nabi Muhammad S.A.W pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, kelabu dan warna bercampur-campur…

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata : ” Yang menakjubkan hati (amat disukai) oleh Nabi SAW ialah berwarna putih.”

+WARNA HIJAU+

Ibnu Hajjar dlm Tanbih Al Akhbar memetik kenyataan salah seorang sahabat Baginda berkata :
“Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau krn ia lebih utama dan dihukumkan sunat. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada lain2 sesudah putih.”

+WARNA HITAM+

Ibnu Ady meriwayatkan drpd Jabir r.a yang berkata: “Aku pernah melihat Nabi SAW berserban hitam yang dipakainya pada hari raya…”

+WARNA MERAH HATI+

Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : “Pernah Rasulullah SAW berpakaian yang bercorak meah pada dua hari raya dan pada hari Jumaat.”

+WARNA KELABU+

Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : “Pernah Nabi SAW keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna kelabu.”

+WARNA BERCAMPUR-CAMPUR+

Imam Bukhari meriwayatkan hadis drpd Anas r.a, beliau pernah melihat : “Nabi SAW menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercoak-corak warnanya”.

Maka dapat disimpulkan bahawa selain daripada warna putih, kadang2 Nabi SAW berpakaian warna hitam dan hijau termasuklah warna2 yang dinyatakan diatas….

ayo kita ikut SUNNAH WARNA PAKAIAN NABI MUHAMMAD SAW…

 

diambil dari kaskus

Manfaat Solat Dhuha

Ada yang mengatakan bahwa shalat dhuha juga disebut shalat awwabin. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa keduanya berbeda karena shalat awwabin waktunya adalah antara maghrib dan isya.

Waktu shalat dhuha dimulai dari matahari yang mulai terangkat naik kira-kira sepenggelah dan berakhir hingga waktu matahari tergelincir, meskipun disunnahkan agar dilakukan ketika matahari agak tinggi dan panas agak terik.

Adapun diantara keutamaan atau manfaat shalat dhuha ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Juga apa yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Dalam tubuh manusia itu ada 360 ruas tulang. Ia harus dikeluarkan sedekahnya untuk tiap ruas tulang tersebut.” Para sahabat bertanya,”Siapakah yang mampu melaksanakan seperti itu, wahai Rasulullah saw?” Beliau saw menjawab,”Dahak yang ada di masjid, lalu pendam ke tanah dan membuang sesuatu gangguan dari tengah jalan, maka itu berarti sebuah sedekah. Akan tetapi jika tidak mampu melakukan itu semua, cukuplah engkau mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Didalam riwayat lain oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh berkata,”Nabi saw kekasihku telah memberikan tiga wasiat kepadaku, yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan mengerjakan shalat witir terlebih dahulu sebelum tidur.”

Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat dhuha adalah sunnah bahkan para ulama Maliki dan Syafi’i menyatakan bahwa ia adalah sunnah muakkadah berdasarkan hadits-hadits diatas. Dan dibolehkan bagi seseorang untuk tidak mengerjakannya.

Berbeda dengan shalat shubuh maka tidak ada perbedaan dikalangan ulama bahwa ia adalah wajib bagi setiap muslim untuk melaksanakannya dan berdosa jika ditinggalkan. (baca : Cara Mengganti Shalat Yang Ditinggalkan).

Dengan demikian tidak dibenarkan bagi seorang yang hanya mengerjakan shalat dhuha yang kedudukannya sunnah sementara dirinya meninggalkan shalat shubuh yang kedudukannya lebih tinggi darinya yaitu wajib.

Wallahu A’lam

 

dari http://www.eramuslim.com

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!